Efek temperatur ruangan yang terlalu dingin

Jakarta, http://www.sigitsafety.wordpress.com Kondisi suhu ruangan yang terlalu ekstrim ( panas atau dingin) akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaanya. Persepsi dingan bagi setiap orang berbeda, tergantung dari kebiasaan individu beradaptasi dengan lingkungannya. Persepsi dingin juga tergantung dari set point hypothalamus temperature regulating center.

Kadangkala seseorang merasa menggigil kedinginan walaupun suhu badannya normal. Paparan terhadap lingkungan yang dingin menyebabkan menurunya aliran darah ke permukaan kulit ?karena adanya penyempitan atau vasoconstriction blood vessels peripheral / tepi. Hal ini menghalangi proses hantaran (conduction) pada syaraf , dan mengakibatkan kurang terkontrolnya gerakan otot. Vasokonstrisi pembuluh darah juga menyebabkan perubahan pada system peredaran darah yaitu dengan menurunnya jumlah volume cairan dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah. Dalam hal ini tubuh bereaksi dengan seringnya frekuensi buang air kecil (therefore..when you get cold, you want to pee).

Menggigil merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk memproduksi panas yang dihasilkan dari meningkatnya basal metabolic rate. Setelah beberapa jam, suhu tubuh akan menyesuaikan dengan set point yang baru sehingga orang tersebut tidak merasakan kedinginan atau kepanasan lagi.

Bekerja di lingkungan / ruangan yang dingin harus diimbangi dengan intake air -minum yang cukup untuk tetap menjaga kelembapan kulit yang hilang saat terjadi pertukaran udara yang dingin dan kering di paru-paru. Pada suhu yang sangat ekstrim bisa menyebabkan dehydration (kehilangan cairan tubuh dalam jumlah yang banyak) yang dikenal dengan cold dehydration. Nasal epithelium juga menjadi lebih dingin /membeku saat sesorang mengambil nafas dalam, dan ini bisa menyebabkan perdarahan pada hidung (nosebleeds). Suhu yang nyaman didalam ruangan kantor tergantung dari rata-rata temperature kulit (dipengaruhi oleh kondisi cuaca, pakaian dan panas yang dihasilkan dari metabolisme / pembakaran dalam tubuh), yaitu kira kira 33 oC (Astran and Rodahl, 1977), walaupun suhu yang lebih dingin mungkin masih bisa ditoleransi. Kekurang seimbangan antara suhu tubuh seseorang dengan lingkungannya, akan membawa peranan penting bagi pekerja dalam menentukan kemampuannya melakukan tugas-tugasnya.

Penelitian yang dilakukan Sander dan McCormic (1993) menjelaskan bahwa kondisi fisik dan suasana lingkungan (di dalam dan di luar pekerjaan) yang tidak menguntungkan dan menyebabkan ketidaknyamanan berpengaruh pada kesalahan kerja atau penurunan mutu kerja.

Suatu pendekatan modern terhadap suhu / iklim di dalam ruangan kantor menyatakan range / batas kondisi suhu ruangan di dalam kantor yang masih bisa diterima oleh pekerja, yaitu pada suhu 19-23 oC , dengan relative kelembapan antara 40-70 percent ( idealnya 50-60 percent). Sedangkan di lingkungan industri lebih baik sedikit rendah, yaitu 18 -21 oC. Sumber lain meyebutkan pada suhu 22 oC merupakan temperature ruangan yang paling nyaman bagi pekerja yang duduk terus menerus. Sedangkan pada suhu 21 oC merupakan suhu ruangan yang optimum untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan mental atau jiwa. Kelembapan relative, suhu / temperature dan ventilasi merupakan faktor utama untuk menentukan kualitas / mutu udara dalam ruangan. Ambang batas dimana udara mulai terasa sesak yaitu pada kelembapan relative 60 percent pada suhu 24 oC, dan? 80 percent pada suhu 18 oC. Kelembapan relative yang rendah (dibawah 30 percent) menyebabkan ketidak nyamanan bagi pekerja di kantor dan system pengeluaran tubuh (kulit) menjadi kering. Dalam kondisi ini pekerja mungkin mempunyai keluhan seperti: kulit kering, hidung tersumbat, dan iritasi pada mata. Seseorang yang mengenakan contact lens mungkin sering mengeluh? merasa kurang nyaman, dimana perlekatan contact lens yang tepat tergantung dari supply cairan lachrymal yang diproduksi oleh kelenjar lachrymalis, yang menjaga agar lensa tetap tipis dan lembab pada kornea. Gangguan electrostatic juga bisa terjadi didalam gedung dengan kelembaban yang rendah / pada suhu dingin , yang bisa menyebabkan kejutan yang menjengkelkan ketika dasar hantaran tersentuh (orang menjadi mudah terkejut dan tersinggung).

About sigitsafety

Bekerja keras, disiplin dan bertanggung jawab dalam segala hal
This entry was posted in Faktor Lingkungan Kerja. Bookmark the permalink.

One Response to Efek temperatur ruangan yang terlalu dingin

  1. rai says:

    makasih infonya,,
    itu bahan UAS ku
    kalo bisa di muat juga akibat suhu terlalu tinggi bagi tubuh
    trus penyakit akibat suhu tinggi dan suhu rendah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s