Pencemaran Tanah Akibat Aktivitas Pertambangan oleh Solar

Jakarta, http://www.sigitsafety.wordpress.com Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). (Wikipedia, 2010)
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
Salah satu penyebab utama dari pencemaran tanah adalah aktivitas penambangan. Salah satu jenis penambangan yang paling banyak menyebabkan pencemaran bagi tanah adalah penambangan minyak. Pencemaran ini terjadi tidak hanya terbatas pada saat kegiatan penambangannya saja, tapi juga pada saat pengolahan dan pendistribusian hasil tambang tersebut.
Solar adalah salah satu produk hasil penyulingan atau pengolahan minyak bumi di pertambangan. Solar merupakan senyawa hidro-karbon dengan jumlah atom C berkisar antara 12 sampai dengan 20. Dengan banyaknya jumlah rantai hidrokarbon menyebabkan tingginya tingkat titik didih solar yang mencapai ±270oC. Solar sangat bermanfaat dalam menunjang aktivitas manusia, salah satunya adalah dapat digunakan sebagai bahan bakar pendamping pada kendaraan bermotor. Selain itu, dewasa ini solar makin banyak digunakan sebagai bahan bakar pada diesel. Diesel tersebut digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik pengganti.
Yang jadi permasalahan adalah setiap tahun kebutuhan akan hasil penyulingan minyak salah satunya solar kian mengalami peningkatan seiring dengan tingginya kebutuhan energi sebagai akibat kemajuan teknologi dan kebutuhan hidup manusia, sehingga potensi pencemaran oleh solar juga meningkat.
Solar yang tidak berada pada tempatnya dapat dikategorikan sebagai limbah B3 dan tentu saja ini tidak dapat dipungkiri bahwa solar menjadi salah satu polutan berbahaya dalam pencemaran tanah. Eksplorasi dan eksploitasi produksi solar melibatkan aspek kegiatan yang beresiko menumpahkan solar tersebut antara lain : distribusi/pengangkutan solar dengan menggunakan transportasi darat dan melalui perpipaan serta kilang-kilang penyulingan minyak yang menghasilkan minyak solar tersebut. (Hery, 2009)
Mekanisme bagaimana terjadinya pencemaran dimulai pada saat terjadinya tumpahan minyak solar dan kebocoran pipa dalam jumlah tertentu dengan luas dan kondisi tertentu, apabila tidak dikendalikan atau ditanggulangi dengan cepat dan tepat dapat mengakibatkan terjadinya suatu malapetaka “pencemaran lingkungan oleh minyak solar” yaitu kualitas lingkungan tersebut turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Secara umum dapat dijelaskan bagaimana mekanisme terjadinya pencemaran tanah oleh solar sebagai berikut :
a. Transportasi dan penyimpanan
Solar sering tumpah ketika dipindahkan melalui saluran pipa, truk, dan kapal. Solar juga bisa bocor dari tangki-tangki penyimpan Tumpahannya bisa menyebabkan kerusakan yang akan bertahan lama pada lapisan tanah, air tanah, hewan, dan manusia Perusahaan-perusahaan penghasil solar seharusnya mengeluarkan peringatan bagi komunitas ketika terjadi tumpahan, segera menanggulangi tumpahan dan membersihkannya. AMDAL untuk operasi-operasi minyak harus menyertakan rencana-rencana pembangunan saluran pipa dan penggunaannya Selain itu perlu diadakannya penggalangan dukungan di tingkat regional dengan mengorganisasi komunitas yang tinggal disepanjang saluran pipa untuk menentang praktek-praktek perusahaan solar yang tidak aman.
b. Kilang minyak solar
Kilang adalah fasilitas di mana minyak diproses menjadi produk-produk seperti bensin, minyak solar, minyak pemanas, aspal, oli, dan plastic. Kilang-kilang mengeluarkan limbah beracun ke dalam air, lapisan tanah, dan udara. Polusi dari kilang menyebabkan asma, bronkhitis, kanker, gangguan reproduksi, dan perkembangan otak dan sistem syaraf abnormal pada anak. Polusi ini juga membuat pemanasan global menjadi lebih parah. Limbah yang dikeluarkan oleh kilang ini dapat menurunkan kestabilan tanah dan mendegradasi fungsi tanah hingga dapat menyebabkan lahan kritis akibat limbah dari penyulingan minyak solar tersebut.
c. Kecelakaan transportasi atau pendistribusian minyak solar
Setelah melalui hasil penyulingan yang kemudian menghasilkan minyak solar yang siap pakai, perusahaan-perusahaan penghasil solar menyalurkan kepada konsumen-konsumen dengan sistem pendistribusian melalui transportasi darat. Penyaluran ini tidak selalu lancar dan aman dalam setiap waktunya. Akibat kelalaian pengemudi dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kendaraan pengangkut solar, akibatnya solar tumpah dan mencemari tanah sampai pada batas tingkat pencemaran yang akut.
Ketika solar tumpah ke tanah, ia akan menghancurkan lapisan tanah dengan mendesak udara keluar dan membunuh makhluk-makhluk hidup yang membuat lapisan tanah menjadi tak sehat. Hal yang hampir serupa terjadi jika solar mengenai kulit kita atau kulit hewan Minyak solar akan menutupi kulit dan menghalangi udara masuk. Racun-racun yang berasal dari solar juga meresap ke dalam tubuh melalui kulit, dan menimbulkan penyakit. Tumpahan solar yang merembes ke dalam tanah akan mengganggu aktivitas mikroorganisme yang ada di tanah. Kandungan senyawa hidrokarbon disertai titik didih yang tinggi dari solar ini dapat meningkatkan panas dalam tanah, sementara itu untuk beberapa spesies mikroorganisme sangat sensitif terhadap suhu yang tinggi sehingga akan mempengaruhi kerja mikroorganisme dalam tanah bahkan dapat berujung pada punahnya beberapa spesies mikroorganisme dalam tanah tersebut, tentu saja ini akan sangat mempengaruhi terhadap tingkat kesuburan tanah. Selai itu, beberapa senyawa yang terkandung dalam solar akan bereaksi dan mengikat oksigen dalam tanah yang akan semakin memperburuk pencemaran tanah secara keseluruhan.
Dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran tanah oleh minyak solar adalah sebagai berikut :
1. Dampak Kesehatan
Seperti halnya dengan bahan-bahan kimia, gangguan-gangguan kesehatan yang disebabkan minyak solar mungkin sulit dibuktikan karena memang butuh waktu yang panjang untuk menimbulkan dampak kesehatan manusia. Tetapi, untuk sebagian besar penduduk yang tinggal di lokasi yang terjadi pencemaran tanah dapat dibuktikan dan dilihat bahwa kesehatan mereka terancam akibat pencemaran tersebut. Manusia yang terkontaminasi bahan berbahay dari solar akibata adanya pencemaran tanah dapat mendatangkan masalah-masalah kesehatan serius, seperti halnya berikut ini:
• penglihatan buram dan gangguan mata lain
• sakit kepala halusinasi, eforia (perasaan gembira yang mendadak), rasa capek, gangguan bicara, kerusakan otak, koma
• kejang-kejang dan kematian mendadak
• nyeri hidung dan mimisan
• infeksi telinga
• asma, bronkitis, pneumonia dan gangguan pernafasan lain
• infeksi paru-paru dan tenggorokan
• meningkatnya risiko TBC (tuberculosis)
• serangan jantung
• problem pencernaan, muntah, dan kanker lambung
• kerusakan hati, ginjal dan tulang
• problem menstruasi, keguguran,
• meninggal dalam kandungan, dan cacat lahir
• kulit gatal-gatal, jamur dan kanker kulit
Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian apa pun jenis polutannya tak terkecuali minyak solar.
2. Dampak pada Ekosistem
Pencemaran tanah oleh solar juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya pada solar bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas.
Tumpahan minyak solar membawa pengaruh buruk pada tanah berkenaan dengan kemampuan tanah untuk menyediakan air bagi pertanaman. Rembesan solar dapat menutupi sebagian pori tanah sehingga mengurangi efektivitas pelepasan karbon dalam tanah. Karbon dari yang dihasilkan dari kegiatan mikriba akan tersimpan dan tidak dapat dikeluarkan, tentu saja ini akan sangat mempengaruhi keadaan tanah dan tingkat kseburunnya.
Tanah yang terkontaminasi minyak solar tersebut dapat merusak lingkungan serta menurunkan estetika. Lebih dari itu tanah yang terkontaminasi limbah minyak solar dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai dengan Kep. MenLH 128 Tahun 2003. Oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan dan pengolahan terhadap tanah yang terkontaminasi minyak. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penyerapan minyak solar kedalam tanah.
Upaya pertama yang dapat dilakukan ketika solar tumpah atau bocor dari tangki penyimpan harus segera disingkirkan dan diserap Setelah diserap, minyak solar dan semua material yang dipakai untuk menyerapnya harus disingkirkan dan dibuang dengan aman, misalnya, ke dalam sumur yang dindingnya diperkuat dengan beton, sehingga minyak tersebut tidak akan mencemari air tanah. Beberapa contoh material yang menyerap solar adalah jerami, serbuk gergaji, tongkol jagung, bulu, tanah liat, wol, dan pasir.
Pemulihan lahan tercemar oleh minyak solar dapat dilakukan secara biologi dengan menggunakan kapasitas kemampuan mikroorganisme Fungsi dari mikroorganisme ini dapat mendegradasi struktur hidrokarbon yang ada dalam tanah yang terkontaminasi minyak bumi menjadi mineral-mineral yang lebih sederhana serta tidak membahayakan terhadap lingkungan. Teknik seperti ini disebut bioremediasi. Teknik bioremediasi dapat dilaksanakan secara in-situ maupun cara ex-situ. Teknik bioremediasi in-situ umumnya diaplikasikan pada lokasi tercemar ringan, lokasi yang tidak dapat dipindahkan, atau karakteristik kontaminan yang volatil. Bioremediasi ex-situ merupakan teknik bioremediasi dimana lahan atau air yang terkontaminasi diangkat, kemudian diolah dan diproses pada lahan khusus yang disiapkan untuk proses bioremediasi. Penanganan lahan tercemar minyak bumi dilakukan dengan cara memanfatkan mikroorganisme untuk menurunkan konsentrasi atau daya racun bahan pencemar. Penanganan semacam ini lebih aman terhadap lingkungan karena agen pendegradasi yang dipergunakan adalah mikroorganisme yang dapat terurai secara alami. (Hery, 2009)
Ruang lingkup pelaksanaan proses bioremediasi lahan/tanah terkontaminasi minyak solar meliputi beberapa tahap yaitu: treatibility study yaitu studi pendahuluan terhadap kemampuan jenis mikroorganisme pendegradasi dalam menguraikan minyak solar yang terdapat di lokasi tanah terkontaminasi; site characteristic yaitu studi untuk mengetahui kondisi lingkungan awal di lokasi tanah terkontaminasi minyak solar yang meliputi kondisi kualitas fisik, kimia dan biologi; persiapan proses bioremediasi yang meliputi persiapan alat, bahan, administrasi serta tenaga manusia; proses bioremediasi yang meliputi serangkaian proses penggalian tanah tercemar, pencampuran dengan tanah segar, penambahan bulking agent, penambahan inert material, penambahan bakteri dan nutrisi serta proses pencampuran semua bahan; sampling dan monitoring meliputi pengambilan cuplikan tanah dan air selama proses bioremediasi. Cuplikan kemudian dibawa ke laboratorium independent untuk dianalisa konsentrasi TPH dan TCLP; revegetasi yaitu pemerataan, penutupan kembali drainase dan perapihan lahan sehingga lahan kembali seperti semula. (Hery, 2009)
Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi:
a. Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrien, pengaturan kondisi redoks, optimasi pH, dll.
b. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus
c. Penerapan immobilized enzymes
d. Penggunaan tanaman (phytoremediation) untuk menghilangkan atau mengubah pencemar. (Anam, 2010)
Jenis-jenis bioremediasi bermacam-macam yaitu : biostimulasi, bioaugmentasi, dan bioremediasi intrinsik. Bedasrakan tiga jenis bioremediasi tersebut, bioremediasi terhadap pencemaran tanah oleh minyak solar sebagai poutannya dikategorikan ke dalam jenis bioremediasi bioaugmentasi. Bioaugmentasi merupakan cara bioremediasi dimana mikroorganisme yang dapat membantu membersihkan kontaminan tertentu ditambahkan ke dalam tanah yang tercemar. Cara ini yang paling sering digunakan dalam menghilangkan kontaminasi di suatu tempat.
Seluruh prosedur kerja serta pelaksanaan Bioremediasi mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 128 Tahun 2003 tentang Tata cara dan Persyaratan teknik Pengelolaan Limbah Minyak dan Tanah Terkontaminasi oleh Minyak Solar secara biologis.

About sigitsafety

Bekerja keras, disiplin dan bertanggung jawab dalam segala hal
This entry was posted in Lingkungan. Bookmark the permalink.

3 Responses to Pencemaran Tanah Akibat Aktivitas Pertambangan oleh Solar

  1. putri permatasari says:

    makasih…:D

  2. sigitsafety says:

    betul sekali pak jangan biarkan bumi kita ini rusak

  3. suryadinata says:

    >> , Mari jaga bumi kita dari semua jenis pencemaran agar anak cucu kita bisa menikmatinya,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s