Mengenal Low Back Pain

Woman sitting at her desk holding her back in painLow Back Pain atau LBP merupakan gangguan muscoloskeletal yang menyerang sekitar 80 % dari populasi dewasa dengan derajat kesakitan yang berbeda-beda. Gejala LBP berkisar pada sakit otot yang menusuk atau nyeri, kaku/keterbatasan rentang gerak, atau ketidakmampuan berdiri tegak. Kadang-kadang, rasa sakit yang dirasakan di pinggang dapat menjalar sampai ke tempat lain dari tubuh.

LBP juga dikenal sebagai nyeri pinggang. Penyebabnya sangat bervariasi antara lain: Kebiasaan bersikap buruk (bad posture) yang terakumulasi selama bertahun-tahun. bodi mekanik yang salah, stres, kebiasaan dalam bekerja, berkurangnya kelenturan tubuh, kemunduran kemampuan fisik , kecelakaan, dan masih banyak lagi, misal karena kehamilan, gangguan ginjal, maupun tumor. Aktivitas duduk di depan layar computer selama berjam-jam membuat pergerakan tulang belakang menjadi sangat kurang. Terkadang karena terlalu lama duduk, pergerakan yang tiba-tiba dilakukan dapat menyebabkan peregangan tulang belakang yang selanjutnya akan menimbulkan gejala nyeri pinggang.

Apa yang harus kita lakukan bila kita mengalami nyeri punggung bawah (LBP) ?

  • Kompres es. Bila nyeri / trauma baru saja muncul, kompreskan pada daerah nyeri selama 10-15 menit. Sehari 3-4 kali
  • Istirahat. istirahatkan daerah nyeri dari hal hal yang memicu datangnya nyeri.
  • Relaksasi. Keadaan relak akan menurunkan ketegangan yang timbul akibat nyeri. Bisa dengan tidur atau duduk dalam posisi yang paling nyaman, kalau perlu ganjal dengan bantal secara tepat
  • Usahakan posisi yang ergonomis. Termasuk cara bergerak, duduk, ataupun angkat barang
  • Ke Dokter atau Fisioterapis. Jika LBP terjadi >12 minggu (akut) segera kunjungi dokter dan fisioterapi.

 Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Mencegah Terkena Nyeri Punggung Bawah (LBP) ?

  • Duduk.

Duduklah secara benar terutama saat bekerja. Karena keasyikan bekerja akan membuat kita lupa posisi yang tidak menguntungkan, dengan akibat akan terjadi penumpukan lelah pada daerah punggung yang bisa memicu timbulnya LBP. Jangan duduk yang terlalu melengkung/melorot (slump-sit), terlalu membungkuk atau condong kedepan saat bekerja, duduk lama tanpa interupsi. Lakukanlah duduk dekat dengan area kerja, pilih tinggi kursi yang pas agar kaki bisa menapak lantai. Pilih kursi yang punya sandaran tegak danada sedikit lengkung kaku, untuk menopang punggung secara benar. Saat menyetir duduklah yang tepat agar kaki bisa meraih pedal tanpa merosot. Jika perlu desain ulang tempat kerja dengan memperhatikan ergonomi.

 

  • Tidur

Tak ada cara tidur yang baku, yang penting nyaman dan nyenyak. Cara bangun dari tidur adalah dengan miring dahulu, kaki turun dari tempat tidur, lalu bangun dengan dibantu oleh tangan. Jangan tidur di matras yang terlalu empuk. Akan memberikan lengkung berlebih pada punggung, yang bisa memicu timbulnya LBP. Tidur dalam satu posisi terlalu lama, akan memberikan strain pada otot terutama bila tidur lebih dari 7-9 jam. Pilihlah alas tidur yang cukup empuknya, tidak terlalu keras, tapi cukup untuk menyangga lengkung tulang belakang. Pilihlah tempat tidur yang cukup luasnya agar bisa berganti posisi sercara leluasa

  • Berdiri

Keseimbangan yang bagus merupakan kunci berdiri yang sehat. Jangan memakai sepatu hak tinggi dan keras atau hak datar pada pemakaian yang lama, berdiri pada suatu posisi untuk waktu yang lama, berdiri dengan lutut terkunci, otot perut kendor dan punggung melengkung, serta membungkuk saat bekerja di tempat yang rendah. Lakukanlah menaruh satu kaki lebih tinggi dan sering rubah posisi jika berdiri untuk waktu yang lama, sesuaikan ketinggian tempat kerja dengan postur kita, ubah posisi sesering mungkin dan pilih sepatu yang tepat untuk menunjang lengkung arkus kaki

  • Body Mechanic.

 Saat mengangkat barang secara manual, posisi kepala jangan menunduk, kepala tetap tegak, dagu merapat ke leher, punggung tegak, lakukan seperti atlet angkat berat melakukan angkat besi, taruh barang yang akan diangkat sedekat mungkin dengan tubuh kita dan pandai pandailah memperkirakan antara besar dan berat benda yang akan kita angkat dengan kemampuan kita. Bila diluar kemampuan kita, carilah bantuan.

  • INTERUPSI

Bila bekerja pada suatu posisi untuk waktu yang lama, lakukan jeda sejenak dengan melakukan gerak yang berlawanan

Dari berbagai sumber

Posted in Ergonomi Kerja | Leave a comment

PENGENDALIAN BAHAN KIMIA

kimia hazardDi dunia kerja saat ini banyak sekali pekerjaan yang berhubungan dengan bahan-bahan yang mengandung zat kimia. Bahan kimia tersebut dapat berbentuk padat, cair dan gas. Hal tersebut apabila tidak ditangani dengan benar tentunya dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan iritasi kulit dan penyakit berat lainnya seperti paru-paru dan kanker, bahkan dapat membuat nyawa seseorang hilang dalam beberapa detik saja. Bahkan terdapat bahan kimia yang tidak stabil dapat terbakar atau meledak jika tidak ditangani dengan benar.

Untuk menghindari bahaya dan mengurangi risiko keamanan dalam penggunaan bahan kimia, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari setiap produk atau barang yang digunakan :

1. Bahan kimia harus selalu diberi label yang jelas.

Bahan kimia harus selalu diberi label, hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi bahan kimia yang terdapat dalam produk yang digunakan. Label ini juga akan mengidentifikasi setiap bahaya yang terkait dengan penggunaan bahan kimia tersebut.

Bahan kimia yang ada dipasaran biasanya sudah berlabel ketika Anda membelinya. Label ini meliputi nama bahan kimia, konsentrasi (kekuatan) bahan kimia, informasi tentang bahaya yang terkait dengan bahan kimia, informasi darurat (Jika tertelan), nama produsen, dan tanggal pembuatan.

2. Bahan kimia harus selalu disimpan di tempat yang tepat.

Bahan kimia harus selalu disimpan di tempat yang aman dengan bahan kimia sejenis. Anda tidak boleh menyimpan bahan kimia dengan makanan. Pastikan bahwa hanya bahan kimia dari kategori sama yang disimpan bersama. Jika Anda tidak yakin terhadap kategori suatu bahan kimia yang digunakan, selalu periksa label atau melihatnya pada Material Safety Data Sheet (MSDS).

3. Selalu periksa Material Safety Data Sheet (MSDS) sebelum menggunakannya.

MSDS merupakan komponen penting dari pengawasan produk. Hal ini dimaksudkan untuk menyediakan pekerja bekerja dengan cara yang aman, dan mencakup informasi seperti data fisik (titik lebur, titik didih, titik nyala, dll), toksisitas, efek kesehatan, pertolongan pertama, reaktivitas, penyimpanan, pembuangan, peralatan pelindung, dan penanganan tumpahan.

Informasi yang terdapat di dalam MSDS antara lain mencakup :

a) Identitas, Nama bahan, pabrik pembuat, alamat, nomor telpon darurat.

b) Komposisi bahaya dari bahan kimia yang terkandung didalamnya

c) Karakteristik Kimia dan Fisika, Titik didih/uap, tekanan uap dan berat jenis, daya larut dalam air, bentuk fisik/bau

d) Informasi kebakaran, Titik nyala, media pemadam, bahaya ledakan/kebakaran dan jenis alat pemadam kebakaran yang diperlukan,

e) Informasi kesehatan, Jalur masuk kedalam tubuh (pernafasan, tertelan dll), dampak dalam jangka pendek dan jangka panjang jika terpapar, prosedur darurat dan pertolongan pertama.

f) Informasi Reaktif, Tingkat kestabilan material, ketidakcocokan material, penurunan zat.

g) Prosedur Tumpahan, informasi penangangan tumpahan, pembuangan limbah dan penangangan material termasuk penyimpanan.

h) Informasi lainnya, Alat pelindung diri yang dibutuhkan, ventilasi, dan persyaratan pekerjaan.

4. Selalu memakai pelindung saat menangani bahan kimia.

Banyak bahan kimia yang dapat membahayakan manusia, oleh karena itu harus selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) ketika menangani bahan kimia.

Jenis-jenis alat pelindung yang digunakan akan tergantung pada jenis bahan kimia. Anda harus selalu memeriksa MSDS yang terdapat di produk yang digunakan untuk mengetahui jenis-jenis bahaya yang berhubungan dengan kimia dan peralatan keselamatan apa yang harus digunakan jika menangani hal tersebut. Peralatan keselamatan dapat mencakup sarung tangan karet, celemek, masker debu, respirator, kacamata keamanan dan pelindung keselamatan lainnya.

  • Sebuah tempat penyimpanan kimia yang baik harus memiliki :
  1. Ventilasi yang baik (ventilasi di dinding, langit-langit, atau jendela yang terbuka) untuk menjaga sirkulasi udara dan mencegah berkumpulnya asap atau gas dalam ruangan yang dapat membahayakan (terhirup) pada saat dibuka.
  2. Dinding kokoh dan atap untuk melindungi angin dan hujan
  3. Permukaan padat dan tahan air, sehingga apabila terjadi tumpahan tidak mencemari tanah.
  4. Rak atau lemari untuk menyimpan barang-barang yang tidak boleh disimpan bersama-sama
  5. Terdapat kain dan spons (absorbent) untuk membersihkan apabila terjadi tumpahan
  6. Terdapat pasokan air dan selang yang dekat untuk membersihkan apabila terjadi tumpahan

 Dari berbagai sumber

Posted in Keselamatan Kerja | Leave a comment

Penanggulangan Mandiri Akibat Tersayat, Lecet, dan Luka

Pada pekerjaan di area workshop, terkadang tehnisi sering menganggap bahaya luka tersayat atau lecet sebagai hal yang biasa terjadi. Tetapi kondisi sayatan atau lecet dapat berbahaya jika terkena atau kemasukan semacam logam/ besi yang berkarat. Biasanya sayatan , lecet maupun luka yang dialami sehari-hari tidak sampai mengaharuskan korban ke dokter atau unit gawat darurat. Namun tetap saja diperlukan perawatan yang benar untuk menghindari infeksi atau komplikasi lain seperti tetanus.
Berikut ini terdapat tips yang dapat dilakukan dalam merawat luka-luka ringan:

Tetanus dan Vaksin Tetanus
Sayatan, robekan, gigitan atau luka lain meskipun kecil dapat menimbulkan infeksi tetanus. Infeksi ini biasanya disertai reaksi seperti terkuncinya rahang, yang terjadi beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kemudian. Rahang terkunci, atau disebut sebagai tetanus, adalah kakunya otot-otot rahang dan otot lain. Hal tersebut dapat diikuti dengan serangkaian gejala lain yang dapat menjurus pada kejang-kejang, kesulitan bernapas, bahkan berujung pada kematian.
Bakteri tetanus biasanya ditemukan di tanah, walaupun sebenarnya bisa ditemukan dimana saja. Apalagi di daerah perternakan dan perkebunan. Apabila spora bakteri ini memasuki luka yang tidak terkena oksigen ia akan berkembang baik dan menghasilkan semacam racun yang bisa menggangu saraf pengendali otot.
iImunisasi aktif sangat penting bagi siapapun sebelum terjadinya luka. Umumnya, vaksin biasanya diberikan kepada anak-anak sebagai suntikan DPT. Sedangkan untuk orang dewasa biasanya diberikan lewat suntikan booster tetanus.
Penanggulangan secara Mandiri
Untuk menaggulangi luka ringan akibat tersayat, lecet maupun luka, ikuti langkah-langkah perawatan mandiri berikut ini:
1. Hentikan pendarahan. Pendarahan pada sayatan atau lecet ringan umumnya akan berhenti sendiri. Bila tidak, tekan luka dengan lembut dengan menggunakan kain bersih atau pembalut.
2. Jaga agar luka tetap bersih. Cuci luka dengan air bersih. Bersihkan sekeliling luka dengan sabun dan kain bersih. Jangan sampai luka tersebut terkena sabun. Sabun dapat menyebabkan iritasi. Apabila masih ada kotoran atau serpihan di luka, gunakan penjepit bersih untuk membuangnya. Berilah alkohol pada penjepit sebelum digunakan. Bila serpihan masih melekat, sebaiknya pergi ke dokter, dan jangan mencoba membuangnya sendiri. Membersihkan luka secara seksama dapat mengurangi resiko terkena tetanus.
3. Hidrogen peroksida, yodium atau pembersih yang mengandung yodium boleh digunakan dibagian sekitar luka. Namun penggunaannya lebih baik dilakukan oleh orang yang berpangalaman.
4. Kenali penyebabnya. Hal ini sangat bermanfaat sebagai informasi penting guna perawatan lebih lanjut. Luka tusuk, sayatan yang dalam, gigitan binatang atau terutama luka yang kotor menimbulkan resiko terjadinya infeksi tetanus. Bila lukanya cukup serius, mungkin anda membutuhkan suntikan booster tetanus tambahan walaupun dalam 10 tahun terakhir anda sudah menerima suntikan tersebut. Suntikan perlu diberikan untuk luka kotor atau luka dalam bila dalam 5 tahun terakhir anda belum mendapatkan suntikan. Bila dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun anda belum mendapatkan suntikan tersebut, pada saat terjadi cedera perku diberikan tetanus toxoid sesegera mungkin.
5. Mencegah infeksi. Setelah membersihkan luka, oleskan tipis-tipis krim, salep atau lotion antibiotik. Obat tersebut tidak membuat luka cepat sembuh, tetapi, menghindari infeksi dan memungkinkan faktor penyembuh tubuh menutup luka dengan lebih efesien. Namun anda harus berhati-hati, ada unsur tertentu dalam salep yang dapat menimbulkan ruam ringan pada sejumlah orang. Kalau sampai muncul ruam, hentikan segera penggunaan salep tersebut.
6. Tutuplah luka. Luka yang terkena udara akan lebih cepat sembuh, tetapi bagi orang aktivitasnya tinggi atau sering berada di luar rumah, perban membuat luka tetap bersih dan mencegah masuknya bakteri yang berbahaya. Lepuhan-lepuhan yang mengering biasanya mudah terluka sehingga harus ditutup sampai terbentuk keropeng.
7. Untuk membantu mencegah infeksi, gantilah perban sekurang-kurangnya sehari sekali atau setiap kali menjadi basah atau kotor. Apabila anda alergi terhadap zat perekat yang digunakan dalam perban, gantilah dengan perban yang tidak menggunakan zat perekat atau kasa steril dan plester kertas. Semuanya biasanya tersedia di apotek.
Pertolongan Medis
1. Apabila pendarahan terus berlangsung atau mengalir meskipun sudah ditekan beberapa menit, berarti dibutuhkan pertolongan dokter atau gawat darurat
2. Amati tanda-tanda infeksi. Resiko infeksi akan meningkat apabila luka tidak sembuh dari hari ke hari. Pergilah ke dokter segera bila luka tidak juga sembuh, timbul warna kemerahan, kering, rasa hangat, atau bengkak.

Posted in Keselamatan Kerja | 1 Comment

Safety Riding

Jumlah pengendara sepeda motor semakin hari semakin bertambah. Banyak warga masyarakat yang memilih menggunakan moda transportasi ini, karena selain konsumsi bahan bakar yang cukup ekonomis, juga karena sepeda motor mampu “meliuk-liuk” di tengah kemacetan lalu lintas yang setiap hari terjadi, sehingga dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan.
Semakin meningkatnya jumlah pengguna sepeda motor juga berimbas pada meningkatnya jumlah kecelakaan yang melibatkan moda transportasi ini. Data dari Departemen Perhubungan sampai dengan bulan Juni 2009, menyebutkan bahwa sepeda motor menjadi “penyumbang” terbesar dari total jumlah angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang mencapai 19 ribu kecelakaan. Sekitar 13 ribu kecelakaan atau 70% nya hádala kecelakaan sepeda motor.
Untuk menghindarkan diri kita menjadi korban kecelakaan lalu lintas sepeda motor, beberapa tips berikut ini dapat membantu kita untuk berkendara dengan aman.

• Periksalah kondisi sepeda motor anda sebelum menggunakannya.
• Hampir 90% dari korban kecelakaan sepeda motor mengalami luka parah di kepala, oleh karena itu gunakanlah helm yang sudah memenuhi standar. Jangan lupa untuk memasang tali pengait dengan benar, untuk menghindari helm terlepas dari kepala anda.
• Usahakan untuk menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang saat mengendarai sepeda motor. Bila memungkinkan gunakanlah jaket yang memiliki pelindung bahu & lengan, sarung tangan kulit dan juga sepatu boot. Namur pastikan bahwa penggunaannya tidak mengganggu kontrol anda terhadap sepeda motor.
• Untuk membuat anda mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya, nyalakan lampu besar saat berkendara dan juga gunakan pakaian/jaket dengan warna yang mencolok (misal : merah, kuning, oranye) atau yang dilengkapi dengan reflector, sehingga dapat memantulkan cahaya.
• Berhati-hatilah terhadap kendaraan terhadap kendaraan lain dari arah berlawanan yang akan berbelok memotong jalur anda dan juga terhadap kendaraan yang datang dari samping anda, misal kendaraan yang baru keluar dari area parkir di tepi jalan.
• Kurangi kecepatan saat melewati persimpangan, usahakan untuk berada di jarak yang aman dari kendaraan lain dan hindari berada di “blind spot” dari kendaraan lain.
• Pastikan kondisi aman dengan cara sedikit melihat ke samping bahu anda, sebelum anda membelok.
• Hindari mengkonsumsi obat-obatan yang menyebabkan kantuk. Pastikan anda mengetahui efek dari obat yang anda konsumsi, sebelum anda mengendarai sepeda motor.
• Hindari menggunakan ponsel saat mengendarai sepeda motor, konsentrasi anda akan terpecah. Lebih baik untuk menepi sesaat, untuk kemudian melanjutkan perjalanan lagi.
• Selalu “berkomunikasi” dengan pengguna jalan lain, saat anda akan berbelok atau berpindah jalur, yaitu dengan menyalakan lampu sein dan juga menggunakan klakson.
• Kendarai sepeda motor di sebelah kiri dari jalur anda.
• Selalu sisakan jarak di sekitar motor anda agar pengguna jalan lain dapat melihat anda dan juga menghindari terjadinya terserempet kendaraan lain.
• Waspadalah terhadap kendaraan lain, yang ada di depan ataupun di belakang anda, datang dari arah berlawanan ataupun dari samping anda, dan juga kendaraan lain yang mendahului anda.
• Berhati-hatilah bila anda berkendara di saat hujan, karena jarak pandang menjadi terbatas dan jalanan yang licin dapat menyebabkan anda kehilangan kontrol.
• Saat hujan, hindari penggunaan jas hujan yang berbentuk ponco, karena beresiko tersangkut di jari-jari motor. Lebih baik gunakan jas hujan yang terdiri dari 2 pieces (baju dan celana panjang).
• Waspadalah terhadap kondisi jalan yang berbahaya, misalnya : jalanan yang berlubang, tumpahan tanah/pasir atau tumpahan cairan/oli.
• Bacalah buku petunjuk penggunaan, agar anda dapat lebih mengetahui spesifikasi sepeda motor anda.
• Akan lebih baik jika anda dapat mengikuti pelatihan “safety riding”, karena menambah pengetahuan dan kemampuan anda dalam berkendara.

| Leave a comment

TETAP BUGAR DAN PRODUKTIF DI BULAN PUASA

Perut kosong membuat kita cenderung malas bekerja karena konsentrasi jadi berkurang. Itulah problem klasik yang selalu kita hadapi di kantor pada saat bulan puasa. Belum lagi problem – problem lainnya yang biasanya mengiringi orang yang sedang berpuasa, misalnya ngantuk, lemas dan haus yang lebih terasa apabila suhu di luar panas.
Bagaimanapun, puasa memang bukan alasan untuk bermalas – malasan di tempat kerja. Jangan sampai dengan berdalih ibadah, kita jadi mengesampingkan tugas – tugas rutin kantor yang menjadi tanggung jawab kita. Kalau kita lihat iklan di televisi, begitu banyak suplemen yang ditawarkan untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan kuat selama berpuasa. Namun, sebenarnya rahasianya amat sangat sederhana dan dapat kita lakukan dengan mengikuti beberapa hal dibawah.

Berikut tips kesehatan agar kondisi tetap bugar dan produktif kendati tengah berpuasa :
1. Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walaupun menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
2. Upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka atau ber – AC. Agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.
3. Bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.
4. Sedangkan bagi penderita diabetes mellitus bisa mengkonsumsi nasi merah. Saat berbuka makanlah makanan ringan yang berkalori cukup. Perhatikan juga asupan obat-obatan, jangan sampai beresiko pada hipoglikemi (kadar gula terlalu rendah).
5. Jika memungkinkan lakukan olahraga ringan menjelang berbuka puasa, dengan melakukan olahraga ringan, niscaya tubuh Anda akan lebih fit dalam menghadapi sebulan penuh berpuasa
6. Pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak ataupun minuman manis lainnya. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda.
7. Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak “kaget”. Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.
8. Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.
Dengan tetap produktif dan giat bekerja, hal ini merupakan wujud syukur dan penghargaan atas nikmat pekerjaan yang kita peroleh, maka dari itu jaga dan peliharalah, karena masih banyak orang diluar sana yang menginginkannya.

| Leave a comment

Defensive Driving

Megemudi merupakan aktivitas manusia yang berbahaya, jutaan manusia meninggal setiap tahun, milyaran dollar untuk beaya recovery,sebagai manusia modern tentu anda akan menggunakan jalan raya maka sebagai manusia modern potensi anda mengalami kecelakaan semakin besar, bagaimana mengadakan pencegahannya, technique mengemudi defensive adalah salah satu solusi yang terbaik saat ini, maka mulailah melatih diri anda dengan technique Defensive

Dasar Mengemudi Defensive ialah

* Attitude ( Sikap )

* Space ( Ruang )

* Visibillity (Bidang Pandang)

*Skill ( Keterampilan )

Banyak kecelakaan disebabkan oleh tidak terampilnya pengemudi, banyak pengemudi yang tidak dapat mengerem dengan benar, ada 3 cara mengerem yakni STAB, SQUEEZE dan THRESHOLD penerapan cara mengerem tergantung pada kondisi serta type rem yang terpasang pada kendaraan yang dikemudikan, oleh karena itu pengemudi yang defensive harus memahami type rem dari kendaraan yang dikemudi kanya sehingga bila mengahadapi kondisi darurat ( licin ) akan dapat mengerem dengan benar, kesalahan mengerem dapat mengakibatkan hilangnya effectivitas roda kemudi yang berakibat kemanapun steer diputar kendaraan tidak akan berubah arah maka terjadilah kecelakaan.

Jadi intinya kecelakaan terjadi karena pengemudi gagal mengontrol roda kemudi atau pengemudi gagal mengerem dengan benar

SAFE FOLLOWING DISTANCE (JARAK AMAN)

Yang dimaksud jarak aman adalah jarak antara kendaraan yang kita kemudikan dengan kendaraan yang ada didepan kita, banyak pengemudi yang tidak dapat membuat jarak aman sehingga sering terjadi tabrakan beruntun, untuk mencegah agar tidak terlibat dengan tabrakan berun tun seorang pengemudi harus selalu menjaga jarak dengan benar. Yang perlu diketahui

untuk membuat jarak aman ialah dengan mempertimbang kan reaksi manusia (human reaction time), reaksi mekanikal (mechanical reaction time) serta besaran momentum.

Seorang pengemudi yang tidak tahu mengenai tiga element diatas maka dapat dipastikan bahwa pengemudi tersebut belum dapat membuat jarak aman secara benar, maka yang bersankutan memiliki potensi menabrak dari belakang atau terlibat dengan tabrakan beruntun, bahkan pernah terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan belasan kendaraan sekaligus.

Human reaction time ( reaksi manusia ) menurut Hendon Driving School kecepatan reaksi manusia berkisar anatara 0.4 detik sampai 0.8 detik, namun kecepatan dapat berubah menjadi lamban yang sebabkan oleh pengaruh alkohol maupun obat-obatan serta dipengaruhi juga oleh kele lahan, oleh sebab itu bila seseorang akan mengemudi jangan pernah mengkonsumsi alkohol maupun obat-obatan yang dapat mempengaruhi daya pikir dan reaksi, disarankan seorang pengemudi harus mendapatkan istirahat yang memadai.

Mechanical Reaction Time menurut Hardie Ferrodo, system rem konve sional memiliki waktu reaksi selama 0.3 detik dan akan menjadi lebih lamban bila settingnya tidak benar, untuk memprediksi kemampuan rem sebaiknya pengemudi selalu mencoba fungsi rem sebelum menjalankan kendaraan.Dengan memahami ketiga elemen diatas diharapkan para pembaca menyadari arti penting mebuat jarak aman dan benar dalam penerapanya. Harus kita ingat membuat jarak aman perlu mempertimbangkan “Human Reaction Time”, “Mechanical Reaction Time” dan Kinetic Force.

Safe Bubble (Lingkaran Aman)

Mengemudi merupakan aktivitas yang dinamik, selama kita mengemudi kita akan mengalami kondisi yang selalu berubah oleh karena itu seorang pengemudi dituntut untuk mengetahui apa yang ada disekitarnya dengan mengetahui kondisi sekitar kendaraan maka potensi menyerem pet maupun diserempet dapat dicegah lebih awalApapun bisnis anda pasti menggunakan transportasi, oleh karena itu divisi transportasi merupakan divisi yang paling berpotensi menimbulkan kerugian bahkan dapat menimbulkan kesan buruk pada perusahaan anda mulai saat ini kita pikirkan apakah aset yang tinggi nilainya akan di operasikan oleh orang yang belum terlatih secara baik.

Bidang samar/Blind Spot bisa terbentuk oleh 2 hal yakni: Blind spot terbentuk karena kontruksi kendaraan Blind Spot terjadi karena lingkungan Umumnya kendaraan besar blind spotnya semakin jauh hal ini meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan,dibanyak negara maju masih sering terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh bidang samar, blind spot dapat juga terbentuk karena lingkungan,umumnya jalan dibangun megikuti contour bumi hal ini bisa kita rasakan ketika kita mengemudi di daerah pegunungan dan lembah selain kedua factor diatas kepadatan lalu lintas juga mempengaruhi atau menciptakan bidang samar terutama lalu lintas dikota-kota besar Bagaimana menyikapi bidang samar? Untuk pencegahan kecelakaan yang penyebabnya bidang samar banyak hal yang perlukita lakukan yakni:

  • Memperlambat kendaraan menjelang lokasi bidang samar
  • Penggunaan alat komunikasi (klakson dan lampu)
  • Menoleh/memastikan bidang samar sebelum maneuver
  • Mengikuti prosedure saat pindah jalur/menyalip
  • Jangan pernah menyalip ditikungan
  • Jangan pernah menyalip di tanjakan

Didalam techniques mengemudi defensive bidang pandang kedepan terbagi atas 3 zona yang masing2 zona memliki waktu yang berbeda , ketiga zona tersebut ialah

  • Zona Perencanaan (30-120 detik kedepan)
  • Zona Analisa (12-15 detik kedepan)
  • Zona Reaksi (4-6 detik kedepan)

Keuntungan dengan melihat kedepan sesuai dengan techniques Defensive ialah:

  • Mengetahui ancaman lebih awal
  • Mempunyai waktu cukup banyak untuk mengambil tindakan
  • Bertindak berdasarkan hasil analisa yang baik
  • Terhindar dari tabrakan adu kambing
  • Mampu mengambil resiko terkecil

Apa yang dimaksud dengan Braking Technique

Braking Techniques adalah cara mengerem sesuai dengan kondisi, cara mengerem tidak selalu sama melakukanya hal ini disebabkan oleh situasinya, yang namanya mengemudi situasinya selalu berubah suatu saat pengemudi akan menjumpai situasi emergency saat ketemu kondisi emergency maka cara mengeremnya juga harus sesuai dengan kondisi saat itu, untuk dapat mengerem dengan baik maka diperlukan beberapa pengetahuan tentang type dari rem dari kendaraan yang dikemudikanya dan system pengereman yang ada Type Rem Type rem Tromol/Drum Type Rem Cakram/Disc Type Rem Kombinasi

Yang dimaksud dengan type REM TROMOL ialah roda depan dan roda belakang terpasang rem tromol untuk jenis kendaraan seperti pada kondisi emergency diperlukan tech nique mengerem cara STAB Tujuan pengereman Stab ialah untuk mendapatkan jarak pengereman sependek mungkin dan hal ini hanya dilakukan jika mendapatkan kondisi emergency ( jalan licin ) Mengapa harus Stab? Perlu kita ketahui berdasarkan riset yang dilakukan oleh Hardie Ferrodo disana dikatakan Mechanical Reaction Time pada type rem tromol antara 0.3 to 0.4 second, hal ini disebabkan oleh cara kerja dari rem tersebut yakni enguage by presure dan release by spring, karena release oleh kekuatan per maka release disc brake (sepatu rem) menjadi agak lama, oleh karena itu ketika menghadi kondisi emergency dengan melakukan STAB BRAKING agar disc brake tidak mengunci putaran tromol Bagaimana kalau Type Remnya Kombinasi ?

Jika mengemudikan kendaraam dengan type kombinasi maka cara yang tepat untuk kondisi darurat ialah dengan melakukan technique mengerem squezee, hal dipengaruhi oleh cara kerja dari rem cakram di mana waktu releasenya disc relative lebih cepat dibanding dengan waktu releasenya type rem tromol, cara mengerem squezee adalah cara yang mutlak harus dilakukan untuk kendaraan yang memiliki type rem cakram pada kondisi emergency Bagaimana bila mengendarai kendaraan yang memiliki type rem Cakram? Untuk jenis kendaraan yang seluruh remnya terpasang type rem cakram seluruhnya maka cara mengerem yang paling tepat ialah squezee untuk kondisi emergency dan untuk kendaraan yang telah terpasang system rem ABS maka seluruh techniques mengerem di atas sudah tidak diperlukan lagi karena ada perangkat computer yang akan menggantikan atau melakukan squezee atau bila ketemu kondisi emergency

Driving Risk Assessment

Seperti telah kita ketahui mengemudi adalah suatu aktivitas yang maha berbahaya namun tidak banyak pengemudi yang menyempatkan diri untuk mengkaji resikonya, dalam tulisan ini akan kita ulas sedikit apa saja yang perlu kita kaji sebelum mengemudi, ada tiga kondisi yang perlu kita kaji untuk mencapai rasa aman ketika berada dijalan. Hal hal yang perlu kajian ialah:

* Kondisi Kendaraan

* Kondisi Manusia

* Kondisi Lingkungan/Journey Management

Ketiga kondisi tersebut harus dikaji secara benar, point penting apa saja yang harus dikaji sebelum mengadakan perjalanan, bila salah satu element yang ada tidak memenuhi standard keselamatan sebaiknya perjalanan ditunda terlebih dahulu untuk mencegah terjadi hal yang tidak kita inginkan, bila route yang akan digunakan dilewati berulang-ulang sebaik route tersebut di kaji dahulu, hal ini sangat penting untuk memaksimalkan operasional kendaraan dan menghindari ketidak tahuan akan adanya ancaman bagi para pengemudi.

 

 

Posted in Keselamatan Kerja | 2 Comments

TUJUAN PENYELIDIKAN KECELAKAAN

Anda adalah seorang pengawas keselamatan kerja, dan mungkin pernah dalam hati anda timbul pertanyaan untuk apa harus selalu rutin melakukan inspeksi terhadap segala kondisi yang membahayakan, serta harus selalu melakukan penyelidikan yang rumit hanya untuk mencari penyebab suatu kecelakaan ? Apakah mungkin ini hanya untuk satu tujuan dangkal, yaitu agar nanti dapat dengan mudah lepas tangan kalau terjadi kecelakaan sebab kecelakaan dapat terjadi dimana saja dan dapat menimpa siapa saja dan yang penting anda sudah melakukan tugas anda dengan baik ? Tidak, jawaban di atas sama sekali salah. Tujuan utama pelaksanaan penyelidikan suatu kecelakaan adalah MENCEGAH TERJADINYA SUATU KECELAKAAN YANG SAMA DIKEMUDIAN HARI.

Dari aspek manapun kecelakaan sangat merugikan perusahaan maupun pekerja. Untuk itu maka pengawas diberi tugas penyelidikan dan tugas ini harus dapat dipertanggung jawabkan secara administrasi maupun secara naluri kemanusiaan.
Memang kita harus akui, bahwa dengan berakhirnya suatu penyelidikan penyebab suatu kecelakaan bukan berarti kecelakaan itu sudah dapat dihentikan, tetapi dengan melakukan suatu penyelidikan yang baik dapat membantu untuk menghindarkan kemungkinan kecelakaan yang sama terjadi lagi.
Sekarang kita coba menganalisa contoh sederhana berikut ini. Seorang pekerja kehilangan keseimbangannya dan jatuh dari sebuah tangga. Apa saja yang perlu diketahui ? Pertama, adalah apa yang membuat si korban kehilangan keseimbangannya ? Apakah ia mempergunakan tangga yang tidak baik, dan kalau benar demikian mengapa dia mempergunakannya, atau apakah mungkin tangga itu tiba-tiba menjadi tidak baik,atau tangga itu sudah usang. Kalau demikian adakah hal tersebut sudah pernah dilaporkan. Apakah si korban dalam memilih dan menggunakan tangga tersebut sesuai dengan petunjuk yang ada ? Apakah dia sudah mengikat ujung atas tangga tersebut dengan tali, dan apakah jenis kaki tangga yang digunakan sesuai dengan lantai, serta bagaimana kemiringan tangga waktu disandarkan ke dinding ? Apakah si korban melakukan tindakan tidak aman (Unsafe Act), atau mungkin dia sedang mengangkat suatu barang berat di tangannya atau dia mencoba menjangkau sesuatu sehingga kehilangan keseimbangannya ?
Demikianlah beberapa pertanyaan yang bersifat umum yang harus mendapat jawaban dengan baik, sebab penyelidikan kecelakaan itu nyata, terpadu dan menyeluruh; artinya kalau kita celaka, hal ini sama saja tidak mengetahui apa-apa. Jadi kita harus menyelidiki secara menyeluruh dan tuntas segala hal yang berhubungan dengan apa yang menjadi sumber/penyebab kecelakaan tersebut, sebab bisa saja hasil pemeriksaan suatu kecelakaan tertentu akan memberikan ide untuk tindakan pengamanan bagian lain di mana sifat bahaya yang ditimbulkan sama.

Berikut ini adalah beberapa tujuan penyelidikan kecelakaan :
1. Mencari penyebab langsung dari kecelakaan
2. Mencari penyebab dasar dari kecelakaan
3. Mencegah terulangnya kecelakaan yang sama dikemudian hari
4. Memberikan rekomendasi perbaikan
5. Mengembangkan kontrol yang sudah ada

Ingatlah sekali lagi bahwa kita melakukan pengawasan dan penyelidikan kecelakaan dengan baik dan seksama, bukanlah merupakan suatu persiapan untuk alasan melepaskan tanggung jawab dari tangan kita atau dalam hal ini hanya menyalakan si korban, tetapi adalah untuk satu tujuan yaitu AGAR KITA TIDAK TERPEROSOK LAGI DI LUBANG YANG SAMA.

Posted in Keselamatan Kerja | 1 Comment

PIRAMIDA KASUS KECELAKAAN

Dari berbagai kasus kecelakaan kerja yang telah dilaporkan, para ahli keselamatan kerja kemudian melakukan penyelidikan dan selanjutnya berkesimpulan bahwa suatu kecelakaan yang berakibat fatal biasanya terjadi tidak begitu saja datang dengan tiba-tiba. Ternyata kasus kecelakaan mempunyai bentuk seperti piramida. Suatu kejadian kecelakaan fatal , biasanya didahului dengan adanya 10 kali kecelakaan ringan. Dan 10 kecelakaan ringan itupun sebelumnya juga didahului oleh adanya 30 kecelakaan yang mengakibatkan rusaknya peralatan (equipment damage) . Sedangkan dari 30 kecelakaan yang berakibat rusaknya peralatan muncul setelah andanya 600 kejadian nyaris celaka (near miss) . Near miss ini sendiri terjadi karena adanya 10.000 sumber bahaya yang ada di sekitar pekerja .

Bilamana Piramida kecelakaan kita gambarkan sebagai suatu bangunan, maka lantai dasar dari piramida tersebut adalah 10.000 sumber bahaya. Lalu lantai kedua adalah 600 kejadian nyaris celaka , lantai ketiga adalah 30 kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alat, lantai keempat 10 kecelakaan ringan dan lantai teratas adalah 1 kecelakaan fatal . Pola perbandingan rumus piramida itu adalah 1 : 10 : 30 : 600 : 10.000 .

Dengan adanya rumus piramida kecelakaan ini, para ahli keselamatan kerja berpendapat bahwa puncak daripada piramida tersebut dapat dihilangkan dengan cara mengurangi atau menghilangkan beberapa kasus kecelakaan yang terjadi sebelumnya atau yang berada di bawahnya. Dengan kata lain, bila kita hilangkan semua kasus nyaris celaka maka bentuk bangunan piramida hanya sampai pada lantai keempat saja. Atau bilamana kita kurangi angka kecelakaan yang berakibat rusaknya peralatan dari angka 30 menjadi 20, maka kecelakaan ringan tidak akan mencapai angka 10 . Dan kecelakaan ringan yang tidak mencapai angka 10 ini maka tidak akan menjadikan munculnya 1 kejadian kecelakaan fatal.

Belajar dari piramida kecelakaan , kemudian pemerintah dan juga pimpinan berbagai perusahaan membuat suatu aturan keselamatan kerja untuk melindungi setiap warga negaranya atau para pekerjanya agar terhindar dari suatu resiko akibat adanya sesuatu kegiatan atau kondisi yang dapat menimbulkan bahaya. Di sekitar lokasi kerja kitapun saat ini telah tercatat beragam sumber bahaya. Namun kita tak perlu cemas, karena kita telah melakukan survey sumber bahaya atau Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko. Tempat-tempat kerja yang sebelumnya menunjukkan angka resiko tinggi telah dikendalikan dengan pemakaian APD, prosedur kerja dan lain-lain.

Kembali kepada diri kita sendiri , marilah kita bekerja dengan selalu mentaati prosedur dan peraturan kerja yang telah dibuat . Karena beberapa contoh kecelakaan fatal akibat melanggar aturan sering kita dengar baik melalui berita yang disiarkan oleh TV maupun Koran . Sebagai contoh kecelakaan lalu lintas disaat lebaran dimana hampir semua penumpang kendaraan kijang tewas setelah sebelumnya tertabrak oleh kereta api. Sebenarnya kecelakaan tersebut dapat dihindari karena di perlintasan kereta api tersebut telah terpasang rambu “STOP”. Tapi rupanya si pengemudi kijang tersebut tidak mau berhenti di rambu stop dan melanggar rambu tersebut . Kemudian dalam kecelakaan pesawat Lion Air di bandara Solo, sebenarnya banyaknya penumpang tewas atau terluka adalah karena adanya kebiasaan penumpang yang tidak memakai seat belt atau melepas seat belt ketika pesawat sedang melakukan pendaratan . Atau pula adanya penumpang pesawat yang kemungkinan menggunakan HP atau peralatan elektronik lain disaat pesawat belum berhenti dengan sempurna. Padahal semua peraturan tersebut dibuat adalah untuk melindungi para penumpang pesawat dan selalu disampaikan oleh pramugari.
Marilah kita sadari pentingnya suatu peraturan keselamatan kerja , sebelum kecelakaan menimpa sanak keluarga atau kita sendiri .

PERATURAN DIBUAT TIDAK UNTUK MENGHAMBAT PEKERJAAN ANDA, TAPI UNTUK MELINDUNGI ANDA DARI MARA BAHAYA

 

Posted in Keselamatan Kerja | Leave a comment

BERBANGGALAH DENGAN TEMPAT KERJA ANDA

Apakah anda merasa bangga terhadap tempat kerja anda? Anda dituntut untuk menyediakan waktu extra untuk membersihkan dan merawatnya.

Membanggakan tempat kerja anda itu baik , namun ada hal yang lebih penting lagi yang perlu diperhatikan yaitu pemeliharaan demi keselamatan .

Menjaga tempat kerja supaya tetap bersih dan rapi adalah sesuatu yang amat vital dalam hal safety.

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa anda lakukan untuk menjaga tempat kerja anda agar tetap bersih dan rapi :

  1. Segeralah membersihkan sampah atau kotoran , baik itu berupa potongan besi atau kayu, bubuk gosok, kertas atau kardus yang bisa membuat orang tersandung, ataupun yang bisa menimbulkan kebakaran
  2. Tempat kerja itu dikatakan teratur apabila barang-barang yang tidak diperlukan tidak berserakan disembarang tempat dan barang-barang lain yang perlu disimpan denganbaik pada tempatnya .
  3. Biasakan diri anda untuk merapikan tempat kerja anda segera, setelah anda menyelesaikan pekerjaan atau sebelum istirahat dan atau sebelum pergantian shift. Hal ini jauh lebih baik atau lebih menghemat waktu , ketimbang kita harus membuang waktu untuk mencari bila ada barang-barang yang hilang atau bekerja di tempat yang berantakan dan atau membiarkan dulu dan membersihkannya pada satu waktu sehingga pekerjaan yang tadinya kecil / ringan menjadi besar.
  4. Tutuplah pintu filling cabinet atau laci untuk mencegah agar orang jangan sampai tersandung atau jangan sampai membentur kepala orang.
  5. Usahakan agar jalan atau lorong harus bebas hambatan . Sampah, alat-alat lain, kabel listrik atau selang udara agar disingkirkan, sehingga orang tidak tersandung .
  6. Usahakan agar barang-barang tidak ditumpuk di jalan. Periksalah kondisi berbahaya lain yang bisa melukai orang, apabila melewati jalan tersebut seperti paku menonjol keluar ataupun potongan besi .
  7. Lantai harus selalu dibersihkan sehingga tidak licin. Periksalah oli, pelumas atau air yang bisa menimbulkan lantai menjadi licin. Jalan masuk dan ram akan mudah sekali licin sehingga harus diperhatikan betul-betul. Jika memang keadaan licin tersebut tidak bisa dihindari maka aturlah sedemikian rupa sehingga tidak akan mendatangkan bahaya .
  8. Buanglah sampah pada tempat yang telah ditentukan. Untuk kain-kain yang berminyak atau tercemar B3 hendaklah dibuang dalam tempat tersendiri yang telah ditentukan. Kosongkan tempat sampah secara teratur untuk menghindari akumulasi dari kotoran yang bisa menimbulkan kebakaran.
  9. Jangan menumpuk bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat kerja anda. Jangan menyimpan barang-barang di bawah tangga atau di jalan emergensi sebab bila terjadi kebakaran dapat menghalangi jalan keluar yang anda lewati.
  10. Gunakan metode penyimpanan yang baik seperti menyimpan material yang berbahaya atau cairan yang mudah terbakar. Pastikan bahwa pemasangan ventilasinya sudah benar. Bila menyimpan barang-barang kecil semacam cairan pelarut, maka usahakan untuk selalu mengganti / memperhatikan tutupnya untuk mencegah adanya tumpahan yang bisa menimbulkan kecelakaan .
  11. Waspadalah terhadap setiap cacat atau kekurangan dari alat yang bisa menimbulkan kecelakaan. Bila menemukan adanya kabel yang berjumbai atau rusak, selang yang bocor, keretakan ataupun alat-alat lain yang robek maka diusahakan untuk segera diperbaiki atau diganti .

Mungkin pekerjaan anda tidak meliputi pemeliharaan tempat kerja atau tugas pembersihan lain, namun apa yang bisa anda lakukan adalah peduli terhadap masalah housekeeping (pemeliharaan) dan segera melapor bila menemukan hal-hal yang bisa membahayakan. Dengan berbuat demikian maka anda sudah menunjukkan kebanggaan anda terhadap tempat kerja anda.

Lingkungan kerja yang rapi dan bersih akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan aman .

Posted in Keselamatan Kerja | Leave a comment

HARGAILAH SEPASANG TANGAN ANDA

Tangan adalah sebagian asset dari tubuh kita yang sangat penting. Sehingga perlindungan terhadap tangan sangat diutamakan . Semua pekerjaan yang kita lakukan setiap hari baik yang ringan ataupun yang berat, selalu diawali atau diikuti dengan menggunakan tangan .

Cobalah anda menatap dan memperhatikan tangan anda di depan anda . Perhatikanlah. itulah kedua tangan anda yang  pernah anda miliki. Sekarang  bayangkan bila salah satu tangan anda sakit dan cobalah  bertepuk  tangan ! Anda dipastikan akan mengalami kesulitan karenanya atau sekarang cobalah anda bertepuk tangan hanya dengan 1 tangan anda ! Pastilah anda tidak dapat melakukannya .

Tangan Kita sangatlah unik. Tak  ada makhluk di dunia mempunyai tangan yang dapat menyerap, memegang , bergerak, dan menggerakkan object seperti tangan manusia. Tangan adalah salah satu dari asset terbesar kita,maka, harus dilindungi dan diawasi. Tangan kita harus selalu diperhatikan, karena tangan merupakan alat utama ketika mengambil beban tugas dan juga tangan yang terluka atau cedera akan mengurangi kecepatan kerja kita .

Kedua tangan kita adalah bagian tubuh kita yang paling sering mengalami kecelakaan. Hampir 20% kecelakaan yang menimpa tangan berakibat menjadi cacat tetap. Sehingga bila kita kehilangan jari atau sebagian tangan, maka kemampuan kita untuk bekerja akan menjadi sangat terbatas.

Meskipun kita sudah terbiasa dengan pekerjaan sehari-hari, namun bila kita tidak waspada atau lengah sedikit saja , maka kecelakaan akan dapat terjadi. Di bawah ini adalah beberapa contoh terjadinya kecelakaan yang menimpa jari dan tangan kita :

1.    Jari yang tergores pada fitting yang tajam ketika sedang mengencangkan bola lampu.

2.    Jari yang tertusuk serabut kayu ketika menuruni tangga kayu.

3.    Tangan yang terpotong ketika mengoperasikan peralatan industri .

4.    Jari tergores lembaran metal

5.    Jari / tangan terbakar ketika memantik api las

6.    Jari tertusuk straples / penjepit kertas

7.    Jari terjepit ketika menyusun tumpukan kayu atau pipa

Berikut adalah beberapa faktor pendukung terjadinya kecelakaan pada tangan

  • Perkakas tangan bermesin
  • Getaran
  • Crusher
  • Material jatuh
  • Terjepit material berputar
  • Bersentuhan sumber panas / bahan kimia (zat Toxic)
  • Tergelincir
  • Suhu ekstrim
  • Electricity
  • Material tajam

Hindari  kecelakaan menimpa jari atau tangan anda dengan mentaati prosedur kerja dan pemakaian APD yang benar !

Posted in Keselamatan Kerja | Leave a comment